Tidak, ini jangan diartikan mengejar Gol Bunuh Diri ya? Hehehe ;p Mentang2 abis Piala Dunia! =D~
Pursue Own Goal…
Tragedi setelah terjadi hanya penggalan kisah. Begitu juga misteri, setelah terungkap tinggallah cerita. Aksi mengajak adrenalin berlari, tapi setelahnya hanya penantian reaksi dalam jeda: cemas, harap, ataupun lega. Kisah cinta, indah tapi kadang tak bertahan untuk selamanya. Seperti tiap kisah yang pasti usai, indah saat dinikmati dan dijalani bersama, tapi juga harus bersiap jika satu saat mesti say goodbye, harus ikhlas, pasrah, menerima… Begitulah suratan jalan cerita…
Tak ada yang perlu disesali atau ditangisi. Sisa waktu hidup kita tidak banyak, sementara pekerjaan rumah masih bertumpuk dan yang menanti di depan pun berjejalan. Jika tak segera dikerjakan dari sekarang, mau sampai kapan bisa diselesaikan? Man compose, God dispose. Manusia berencana, Tuhan jua yang menentukan dan menuliskan cerita akhirnya. Tapi tetap, inisiatif awal kisahnya datang dari kita. Dari kemauan, niat, tekad kita. Maka lakukanlah apa yang harus kita lakukan. Jangan biarkan masa lalu menjerat kakimu dan menggelayuti pundakmu, memberatkan langkahmu tuk terus maju. Jangan izinkan bayang-bayang kelabu menghalangimu menuju sinar terang di depanmu. Sudah kodratnya bayang-bayang selalu jatuh di belakang obyek yang menghadap ke arah sumber cahaya. Biar tinggal di belakang. Biar menjadi kenangan…
Teruslah berjalan!
Mengejar tujuan yang terus berlari, mengejar impian yang terus menggoda, tapi kita hidup di dunia nyata, bukan di dunia mimpi. Maka cukuplah mimpi itu menjadi bunga tidur, tapi jangan biarkan harapan layu setelah bangun, bangkit dan bekerjalah untuk mewujudkan mimpi jadi nyata, perlahan tetapi pasti, tak lari gunung dikejar, yang penting tetapkan arah dan tujuan, lalu merangsek selangkah demi selangkah menapak terus mendekat berjalan. Biar kita saja yang dikejar mimpi, saat terjaga yang ada hanya kerja! Bekerja sajalah terus, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan yang tak kalah pentingnya, kerja tuntas!
Sebab acapkali kita sudah jauh melangkah ketika lelah dan kian tak sanggup hingga memutuskan untuk akhirnya menyerah, padahal sejatinya keberhasilan hanya tinggal dua langkah! Tapi kita tidak akan pernah tahu sebelum kita menyelesaikan langkah! Karena itu terus saja melangkah! Maka teruslah melangkah dan bekerja, bukan kita yang mengejar mimpi, kita hanya mengerjakan apa yang kita bisa, melakukan yang pasti, biar kita yang malah dikejar mimpi, dan percayalah, dengan terus bekerja dan berkarya, satu saat mimpi demi mimpi itu akan datang dengan sendirinya untuk menetap kita miliki! Insya Allah!
Maka adalah sengaja jika tak digunakan frase mengejar mimpi atau pursue our dreams, tapi mengejar tujuan, pursue our goals! Tujuan adalah satu titik yang kita tetapkan, lalu kita berjalan atau berlari menghampiri hingga berhasil tiba dengan selamat atau selamat tiba dengan berhasil!
Rupanya Slamet pendukung timnas Brazil, halagh! ^^; Untuk mencapai tujuan tentu dibutuhkan langkah, langkah adalah kerja, itu sesuatu yang nyata! ‘Coz livin’ in REAL world, we F 2 B REAL-istics n REAL-ize, that in REAL-ity, no such dream can fulfill itself! It takes HARD WORK, SMART WORK, SINCERE WORK, so what we F 2 do now is?…
FINISH WORK!!!
Ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri ketika satu pencapaian berhasil diraih! Seperti yang baru saja aku dan teman2 The Penampakanz alami, yakni dengan niat tulus dan tekad bulat sepenuh semangat, alhamdulillah ternyata dengan kerja keras selama 2 bulan setiap akhir pekan, di tengah padatnya kesibukan kerja, masih bisa sempat diselesaikan pada waktunya, produksi film perdana karya The Penampakanz Pictures: WASIAT! Telah di-launch di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, 10-11 Juli lalu! Benar, berawal dari sebuah mimpi, impian kami bersama, tapi kami menjalaninya dengan tanpa terpaksa, yang ada hanyalah kerja, menetapkan sendiri tanggal deadline sebagai target, dan selesai film sebagai tujuan! Maka selangkah demi selangkah, dari proses syuting berkunjung ke Yogyakarta hingga keliling Kota Gudeg tiga hari lamanya, dalam jadwal pengambilan gambar super-duper padat, berlanjut ke proses editing, dubbing, hingga finishing! Semua bekerja keras! Semua bekerja cerdas! Semua bekerja ikhlas! Dan alhamdulillah, akhirnya perjuangan dan pengorbanan waktu, energi, materi, emosi, moril dan spirituil, semua jerih lelah payah, TERBAYAR!!!
Impian telah menjadi kenyataan! Terwujud dengan kerja tim yang membuktikan bahwa ternyata jika kita mau dan kita saling bersinergi untuk bahu-membahu, KITA BISA! Ya, satu pencapaian besar tergapai. Tapi kerja masih belum selesai, masih banyak impian lain menanti untuk dijadikan tujuan baru, untuk kembali dikerjakan dan dijadikan kenyataan! Maka setelah memberi reward atas pencapaian kerja sukses tim, yakni berupa refreshing, liburan bersama, piknik menginap menyeberang pulau dua hari dan satu malam, alhamdulillah, kini kami segar bugar dan siap untuk berkarya kembali! ^^;v
Mimpi bersama terwujud. Bagaimana dengan impian pribadi?
Untuk itulah aku memerlukan menulis ini! Sebab kusadari, salah satu bentuk pengorbanan dari kerja tim adalah terkadang kita harus merelakan kepentingan sendiri demi kepentingan bersama yang lebih besar. Semua telah berkorban, malu rasanya jika hanya memikirkan kepentingan sendiri. Tapi tentu juga, kerja besar bersama tak semestinya pula menghalangi tiap-tiap pribadi untuk mengembangkan potensi apalagi jika sampai kehilangan kesempatan untuk melejitkan diri!
Maka, yang terbaik adalah paralel, kerja tim berjalan, proyek pribadi juga meluncur perlahan tetapi pasti! Itulah yang sedang kucoba untuk diperbaiki. Begitu banyak impian, berjuta angan terpatri, hendak diwujudkan sebagai tujuan, yang ingin diraih dan tak sekedar tumpukan mimpi. Salah satu impian terbesarku, ingin jadi penulis novel, yang berhasil menelurkan minimal satu buku atas namaku sendiri sebagai wujud eksistensi! Sesuatu yang sebenarnya telah dan sedang dirintis dan terus dikerjakan, namun belakangan jadi terbengkalai, sebab aku lebih mengedepankan proyek bersama The Penampakanz, aku tak ingin menyia-nyiakan harapan yang mereka sandarkan, aku tak ingin meredupkan pelita yang mereka gantungkan, mimpi mereka impian aku juga, maka sudah semestinya kami saling mendukung mewujudkannya!
Mimpi lain, tentu saja mempunyai perusahaan sendiri, soal ini aku pernah berjanji dengan seorang sahabat ketika berkuliah di STAN-Prodip Depkeu, Hengky Ardiyans, yang memberiku tantangan beberapa tahun ke belakang, bahwa kita akan merintis jalan usaha mandiri masing-masing, dan menargetkan pensiun muda pada usia 35 tahun! Bukan mimpi yang muluk kurasa, nyatanya dia telah benar-benar bekerja keras untuk mewujudkan impiannya! Hengky sekarang mempunyai dua atau bahkan lebih toko komputer miliknya sendiri, LUAR BIASA! Sementara aku? Tahun terus berjalan, sekarang umurku 30, masih ada sisa 5 tahun, haruskah aku terus bermimpi? Sementara dirinya terus berlari? Bisakah aku mengejar? Tentu saja aku tak mungkin mengejar impiannya, tapi yang harus kukejar adalah tujuan milikku sendiri!
Alhamdulillah, aku tidak sendiri!
Berkat kesamaan visi, lagi-lagi bersama The Penampakanz aku menemukan jalan, kami saling merambah hutan, mencari dan membuka jalan bersama agar terbentang masa depan jaya. Bersama mereka pula, kemarin setelah launching film WASIAT telah diadakan rapat bersama dan akhirnya disepakati, kami akan membentuk perusahaan bersama untuk lebih “menghasilkan” lebih banyak lagi karya sembari tentunya menyejahterakan sesama anggota, dari kita oleh kita untuk kita semua! Itulah manfaat besar bersinergi! Bismillah, dengan membawa panji PZINC alias Penampakanz.Inc, kami kini telah mulai melangkah lagi, untuk tujuan baru yang lebih besar! Terima kasih, mohon do’akan kami…
Maka, tepat di pertengahan tahun, saat terbaik untuk mengevaluasi. Seberapa banyak pencapaianku sejauh ini, dan berapa banyak lagi yang masih belum tergapai. Apa yang telah kulakukan, apa yang harus aku perbaiki, dan apa rencana ke depan yang harus kukerjakan untuk mewujudkan impian, harapan, untuk mencapai tujuan? Biar kutuliskan lagi rencana besar pribadiku dalam catatan mimpi:
Aku ingin jadi PENULIS NOVEL. Saat ini aku sudah separuh jalan menulis sebuah novel, sementara inisial judul dulu ya: G.S.P.!
Salah satu penyakit lamaku adalah suka menunda-nunda pekerjaan dan menyelesaikannya menjelang deadline. Itu benar. Itu sesuatu yang harus kuperbaiki kini. Masalahnya, aku bahkan tidak menetapkan deadline! Di tambah lagi kesibukan lain, tapi sudahlah! Ini saatnya aku mengayun langkah! Jadi langkah besar pertama adalah menetapkan deadline untuk menyelesaikan novel G.S.P, aku beri waktu sampai akhir bulan Juli!!! Sisa 15 hari! Setelah 15 hari ingatkan untuk kuevaluasi, berapa halaman bertambah, atau berhasil kuselesaikan atau tidakkah?
Masih banyak impian lain, tapi terlalu banyak yang harus dikerjakan malah nanti tak bisa fokus. Maka lebih baik untuk saat ini, coba buktikan dulu bahwa aku pun sanggup mewujudkan impian sendiri, dijadikan kenyataan!!! Ayo Dhimas, kamu pasti bisa! Bismillah! Mohon do’a dan dukungannya, terima kasih semua…
Saatnya melanjutkan menulis novel! Aku segera kembali!
Dhimas Wisnu Mahendra
